Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Thursday, January 5, 2017

Subhanallah... Bacalah 3 Doa Ini Ketika Sujud Terakhir Dalam Sholat, Manfaatnya Luar Biasa!!

Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz (semoga Allah merahmatinya) berkata : Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud

1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة
Allahumma inni as’aluka husnal khotimah
Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”

2. Mintalah Agar Kita Diberikan Kesempatan Taubat Sebelum Wafat

 اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut
Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”

3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika
Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.


Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

Sumber: kumpulankonsultasi.com

Dibagikan Hingga 1.300 kali, Kisah Nyata Telat Nikah ini Begitu Mengharukan! Ini dia Kisahnya...

Wanita mana yang tak ingin segera dipinang pujaan hatinya untuk segera naik pelaminan? Semua pasti ingin. Namun meskipun sudah berusaha, namun terkadang nasib berkata lain. Berikut kisah nyata yang begitu menyentuh hati diceritakan oleh akun Cirebon Tanpa Pacaran, yang kemudian diposting oleh Ikhwan Rembang, berikut kisahnya yang begitu mengharukan.


Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.

Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!

Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu khairan

By : Cirebon Tanpa Pacaran

MasyaAllah, Allah SWT berfirman dalam Surat Ar Rahman,

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” (ar-Rahman: 13).

Jadi apakah kita masih meragukan nikmat Allah SWT, rezekinya dan semua hal luar biasa yang telah diberikan kepada kita?

INGAT YA!! Jangan Pernah Sekalipun Melakukan Hal Ini Jika Orang Tua Sudah Meninggal!

Berbakti kepada orang tua haruslah ada sejak dari kecil. Dilatih sejak dini agar menjadi sebuah kebiasaan dan membuat lebih baik lagi. Siapa yang berbakti kepada kedua orang tua, maka kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Karena, orang tua adalah surga dan neraka bagi anak. Barangsiapa yang berbakti kepada orang tuanya atas nama Allah SWT, maka surga penuh dengan nikmat maknanya. Akan tetapi jika siapa pun durhaka kepada kedua orang tua, maka baginya siksa neraka yang berat dan teramat pedih.

Berbakti kepada kedua orang tua juga tidak terbatas waktu, baik keduanya masih hidup ataupun telah dipanggil oleh Allah SWT. Banyak riwayat menyebutkan, berbakti kepada orang tua saat keduanya telah tiada jauh lebih berat di banding tatkala keduanya masih hidup. Tatkala orang tua sudah meninggal dunia, hendaknya seorang anak senantiasa mendoakan, bergaul dengan kerabat-kerabat dekat orang tua, senantiasa beramal shalih dan lain sebagainya.


Selain itu, ada juga larangan yang tidak boleh dilanggar oleh seorang anak jika orang tuanya sudah meninggal dunia. Sebab, jika larangan ini dilanggar, selain dosa yang didapat, orang tuanya pun akan mengalami kesedihan mendalam di alam kubur.

Adalah Rawahah bin ‘Abdullah yang menuturkan sebagaimana dikutip oleh Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi dalam al-Wa’dul Haq, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”

Kemudian ketika Rawahah bin ‘Abdullah absen dari kebaikan dan justru melakukan tindakan yang tidak bernilai pahala, ia kembali melihat ayahnya di dalam mimpi dengan kondisi yang berbeda.

“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”

Apakah ada diantara kalian, dimana orang tuanya ada yang telah berpulang ke sisi Allah SWT? Jika iya, ada baiknya untuk mulai sekarang memperbaiki perilaku dan ketaatan kita dalam beribadah. Bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang tua kita nantinya. Sehingga jangan sampai merek sedih dengan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh anak mereka yang teramat dicintai. Jika belum, ayo segera temui mereka, peluk dan katakan bahwa engkau sangat mencintai mereka.

Saturday, December 31, 2016

Untuk Bahan Renungan Jangan Pernah Kamu Curhat kepada Suami/Istri Orang lain karena...

Setiap manusia pasti memiliki masalah. Tetapi, masalah itu akan terasa ringan jika kita bisa membaginya dengan orang lain. Terutama kepada orang-orang terdekat kita. Nah, alangkah lebih baik jika curhat itu diutarakan kepada orangtua, yang memang keduanya adalah orang terbaik dalam hidup kita. Tapi, jika sudah menikah, bagaimana?

Tentunya, curat terbaik bagi orang yang sudah menikah ialah pada pasangannya. Terutama sang istri, jangan pernah sungkan membicarakan segala keluh kesahnya pada suami. Hanya saja, seringkali kita temukan suami yang memang tidak bisa diajak curhat. Ia lebih suka menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Alhasil, tak sedikit istri yang malah curhat pada suami orang. Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini?

Suatu ayat melarang kita untuk tidak mendekati zina karena sesungguhnya zina adalah sutu perbuatan keji dan jalan yang buruk. Di dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa hukum perantara sama dengan hukum tujuannya sehingga hukumilah dengan hukum itu untuk tambahan lainnya. Berdasarkan kedua riwayat tersebut didapatkan kesimpulan bahwa perantara menuju zina pun juga dilarang oleh agama, seperti berdua-duaan.

Ilustrasi

Ibnu Rabi’ah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa dilarang bagi laki-laki berduaan dengan wanita yang tidak halal untuknya. Karena sesungguhnya, setan adalah orang ketiga di antaranya kecuali jika bersama mahramnya. Mungkin sebagian besar orang mengira bahwa berduaan hanyalah saat bertemu dan pergi bersama. Padahal, berduaan dapat berupa chating dengan lawan jenis, termasuk dengan curhat pada suami orang. Namun, hal ini masih banyak terjadi di zaman yang modern ini. Oleh karena itu, kita harus tahu apa saja bahaya yang diakibatkan dari kebiasaan ini.

Terdapat berbagai bahaya saat kita curhat pada suami orang lain, baik bertemu langsung ataupun melalui media sosial, seperti BBM, Line, SMS, dan masih banyak lagi. Saat kita sering curhat atau mencurahkan isi hati pada orang lain maka secara otomatis kita akan semakin dekat dengan dirinya karena kita menjadi semakin tahu satu sama lain. Jika hal ini terjadi pada mahram atau sesama jenis kelamin maka akan berdampak positif karena hati kita menjadi lega dan hubungan satu sama lain. Beda perkara jika orang yang Anda ajak bercerita adalah lawan jenis maka dapat menimbulkan berbagai fitnah.

Maka, akan lebih baik jika kita tidak membiarkan diri kita curhat pada suami orang. Sebab, walau bagaimana pun ia memiliki istri, yang juga tentunya tidak akan suka jika suaminya dekat dengan wanita lain. Hal ini bisa saja menimbulkan masalah yang besar. Bukan menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Kalau pun suami bersikap dingin, artinya tidak bisa diajak curhat, maka kita bisa terus mendekati dan memahaminya. Coba cari tahu mengapa ia bersikap demikian. Barulah cari solusi terbaik, yang menurut kita bisa meluluhkan suami, sehingga mampu menjadi partner terbaik dalam hidup. Agar keharmonisan dalam rumah tangga pun terjaga.

Sumber: Islampos

Buang Air Panas di Kamar Mandi Ternyata Dilarang! Kamu Harus Tau Alasannya! Simak Penjelasan Berikut ini!

Pernahkah kamu membuang air panas di lubang kamar mandi? Ya, tak sedikit orang melakukan hal ini. Entah apa yang membuat mereka melakukan hal tersebut. Tapi, sepertinya, jika Kamu termasuk orang yang terbiasa melakukan hal itu, maka harus dihentikan. Apa alasannya?

Kita tahu bahwa kamar mandi adalah tempat yang disukai oleh jin. Seperti yang diriwayatkan dalam hadis Zaid bin Arqam Radiyallahu ‘Anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban (1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah ﷺ, bersabda, “Sebenarnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh beberapa setan, pen), jadi bila salah seorang dari kalian akan masuk kamar mandi, ucapkanlah, ‘Ya Allah, saya berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan’.”

Lalu apa kaitannya jin atau setan dengan buang air panas? Beberapa ulama mengatakan bahwa membuang air panas dapat mengganggu jin. Memang dalam Islam tidak ada dalil tegas yang merujuk pada larangan tersebut. Namun, hal yang demikian terjadi pada kenyataannya.

Syaikhul Islam mengatakan, “Jin yang merasuk ke tubuh manusia, bisa terjadi karena tiga sebab. Pertama, karena jin ini menyukai orang yang dia rasuki. Jin merasukinya, agar dia bisa merasa tenang dengannya. Kerasukan semacam ini paling ringan dan palling mudah daripada yang lain.

Kedua, karena manusia mengganggu jin, misalnya dengan mengencingi jin atau menyiram air panas ke jin. Atau membunuh salah satu jin, atau bentuk gangguan lainnya. Ini jenis kerasukan paling berat, dan bahkan seringkali bisa menyebabkan terbunuhnya orang yang kerasukan.

Ketiga, kerasukan karena jin main-main. Layaknya anak-anak nakal yang suka ganggu orang lewat,” (Majmu’ Fatawa, 13/82).


Maka, Syaikhul Islam memerintahkan kita untuk berhati-hati ketika membuang atau menyiram air panas. Mengapa? Sebab, lebih lanjut dia mengatakan, “Terkadang (dan ini sering terjadi pada sebagian orang) bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan, sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi,” (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Jadi, alangkah lebih baik bagi kita untuk tidak membuang air panas di lubang kamar mandi. Sebab, boleh jadi jin sedang beristirahat di sana. Mengingat, kamar mandi merupakan tempat favorit mereka. Dan kita tidak bisa mengelak keberadaan mereka. Meski mereka tidak terlihat, tapi mereka benar-benar ada. Hingga, kita harus menghormati keberadaan mereka dengan tidak menganggu kenyamanannya.

Subhanallah Disebutkan Seperti ini Wajah Imam Mahdi yang Akan Diturunkan ke Bumi!

Mendengar kedatangan Imam Mahdi, sebagai umat muslim pasti banyak beristigfar dan memperbanyak ibadah lagi. Saat imam Mahdi datang, ini merupakan tanda dimana akhir zaman sudah tidak lama.

Orang-orang non Muslim, khususnya kaum Yahudi, tentu sudah menantikan sosok Dajjal, orang bermata satu yang mengaku sebagai Tuhan. Mereka percaya bahwa Dajjal akan menolong mereka dari kesulitan. Sebab, mereka yakin Dajjal itu memiliki kekuatan sebagaimana layaknya Tuhan sesungguhnya.

Meski begitu, sebagai seorang muslim yang yakin akan kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita tak perlu khawatir. Sebab, Allah pun tak akan membiarkan kita memikul beban melebihi kesanggupan kita. Maka dari itu, Allah pun mengutus orang pilihan-Nya yang akan membantu kaum muslim melawan kesesatan Dajjal.

Dialah Imam Mahdi. Dia merupakan keturunan dari Fatimah. Bahkan, dia memiliki nama yang sama sebagaimana nama Nabi Muhammad ﷺ. Ya, dia bernama Muhammad. Dia yang nantinya akan mengungkap kelemahan Dajjal. Dan dia akan membantu Nabi Isa untuk membunuh Dajjal.


Tapi, bagaimana bisa kita ketahui yang mana Imam Mahdi itu?

Nah, salah satu caranya kita bisa tahu dari fisiknya. Ya, layaknya manusia pada umumnya, Imam Mahdi pun memiliki sifat fisik tersendiri. Lantas, seperti apakah sifat fisik Imah Mahdi?

Dahinya lebar dan hidungnya mancung

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi ﷺ bersabda, “Imam Mahdi adalah keturunanku. Dahinya lebar (atau rambut kepala bagian depannya tersingkap) dan hidungnya mancung,” (HR. Abu Daud no. 4285. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Al Qori’ mengatakan, “Hidung beliau tidaklah pesek karena bentuk hidung semacam ini kurang disukai,” (Lihat keterangan Al Qoriy yang disebutkan oleh Abu Thayib dalam ‘Aunul Ma’bud, 11/252, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, tahun 1415 H).