Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Sunday, January 15, 2017

Gadis ini Sukses Turun 10kg Hanya dengan Mengubah Pola Makannya! Berikut Kisahnya

Andini Kusuma (24) sadar betul bahwa pola makan sehat dan teratur merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga dan menurunkan berat badan. Ia pun bertekad berdiet dan memperbaiki pola makannya.

Akhirnya, dari berat badan semula 62 kg kini Andini jauh lebih percaya diri setelah turun bobot menjadi 52 kg. Berikut kisah dietnya :

Awalnya saya tidak pernah merasa bermasalah dengan berat badan saya yang mencapai 62 kg. Saya juga tidak pernah terpikir untuk mengubah pola makan karena saya nyaman-nyaman saja bertubuh gemuk. Yang di pikiran saya saat itu, gemuk bukanlah sebuah aib.


Sampai kemudian saya diterima bekerja sebagai fisioterapis di sebuah rumah sakit. Rata-rata pasien saya adalah pasien stroke, yang mengalami penyumbatan bahkan sampai perdarahan di otak.

Rata-rata pasien stroke yang ada memiliki berat badan di atas normal dan gemuk. Sejak saat itulah timbul kesadaran di dalam hati saya bahwa berat badan berlebihan bisa memicu datangnya penyakit.

Saya pun berniat mengatur pola makan saya dengan lebih baik. Sebulan pertama saya tidak pernah mengonsumsi nasi putih, saya menggantinya dengan nasi merah. Saya perbanyak juga konsumsi sayuran dan buah. Makan berat saya jadwalnya adalah di pukul 11 siang dan pukul 3 sore. Tak lupa saya juga memperbanyak minum air putih. Alhamdulillah sampai saat ini berat badan saya tidak pernah bertambah lagi.

Sumber : detikhealth.com

Sunday, January 8, 2017

WASPADA MODUS BARU!! Tabungan Wanita ini Ludes Setelah Terima Telpon ini

Pengalaman pribadi yang dibagikan oleh wanita ini mungkin bisa jadi pengalaman berharga, terutama bagi kamu yang menggunakan layanan m-banking. Alami penipuan, postingan wanita ini pun menjadi viral dan dibagikan di berbagai media sosial. Awalnya ia hanya menerima telepon yang memintanya untuk mengganti kartu telepon dengan 4G. Namun telepon tersebut ternyata memiliki tujuan lain yang sangat merugikan.


Dikutip dari tribunnews, wanita tersebut curiga hingga akhirnya mengecek rekeningnya melalui internet banking. Kecurigaan tersebut pun terbukti, dua rekening miliknya ternyata uangnya sudah raib.

Berikut adalah pengalaman penipuan yang dialami oleh wanita tersebut :


Teman teman mohon berhati hati ya, ini kejadian menimpa saya.
Ini kejadian baru kemarin sore.

Jadi gini jam 5 sore gw terima telp die ngakunya org indosat.
Die bilang kali kartu gw mau di nonaktifkan karena gw gak pake layanan 4g.
Sekarang smua harus pake layanan 4g.

Nah trus die suruh gw kirim sms ke 4949 dengan ketik "ganti" abis tu gw terima sms dri indosat.
Nah isi sms ada nomor pin untuk penggantian kartu 4g.

Gak lama orangnya telpon lagi dia bilang mau bantu pengaktifan die minta nomer pin yang di sms dari indosat.

Terus die minta nomer telpon gue yang lain yang bisa dihubungi sebab indosat gue akan mati sementara.

Sebelum pengaktifan kembalinya.

Nah abis itu indosat gue langsung ngeblank.
Dr situ perasaan gue gak enak.

Pas gue mau mandi gue terima sms di nomer simpati isinya passcode untuk login m-banking niaga.
Gw bingung gw khan gak melakukan login ke m-banking niaga kok ada sms passcode.
Dari sana gue mulai tambah gak enak.

Akhirnya gw cek semua rekening gue dari lewat internet banking dan ternyata benar tabungan gw BCA dan Mandiri udah ludes uangnya.

Dan itu orang masih berusaha mau masuk ke m-banking niaga tapi gak bisa karena passcode terkirimnya ke nomer telepon yang berbeda bukan indosat.

Smoga bermanfaat yang teman-teman.

Postingan tersebut diunggah melalui media sosial Path dan kemudian di repost oleh Instagram @jenk_kelin_official.
Netizen pun ikut berkomentar dalam postingan tersebut.

"Ya harus hati hati, terima kasih infonya."

"Astagaaahh kejam banget orang" ini...aduh jd takut."

"Yg jelas kalo ada orang sms/telpon ngaku2 pegawai operator BUKAN pake operator resminya JELAS NIPU, krn org operator resmi pasti pake sistem provider dia klo mau hub customer nya. Dan pasti ada namanya kalo dr indosat ya pasti yg muncul di hp tulisan Indosat krn itu yg resminya!"

"Anjjiiirrr semoga yg begitu ketangkepp. Cyber crime itu maahhh."

"Sms dari indosat kl asli dr provider hurufnya capital semua INDOSAT kl yang kecil indosat rawan penipuan. Dulu smpe konfirmasi ke operator gara2 dpt sms dr indosat huruf kecil dan ikuti langkah pengaktifan tyta pulsa ludes."

Thursday, January 5, 2017

Dibagikan Hingga 1.300 kali, Kisah Nyata Telat Nikah ini Begitu Mengharukan! Ini dia Kisahnya...

Wanita mana yang tak ingin segera dipinang pujaan hatinya untuk segera naik pelaminan? Semua pasti ingin. Namun meskipun sudah berusaha, namun terkadang nasib berkata lain. Berikut kisah nyata yang begitu menyentuh hati diceritakan oleh akun Cirebon Tanpa Pacaran, yang kemudian diposting oleh Ikhwan Rembang, berikut kisahnya yang begitu mengharukan.


Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.

Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!

Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu khairan

By : Cirebon Tanpa Pacaran

MasyaAllah, Allah SWT berfirman dalam Surat Ar Rahman,

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” (ar-Rahman: 13).

Jadi apakah kita masih meragukan nikmat Allah SWT, rezekinya dan semua hal luar biasa yang telah diberikan kepada kita?

INGAT YA!! Jangan Pernah Sekalipun Melakukan Hal Ini Jika Orang Tua Sudah Meninggal!

Berbakti kepada orang tua haruslah ada sejak dari kecil. Dilatih sejak dini agar menjadi sebuah kebiasaan dan membuat lebih baik lagi. Siapa yang berbakti kepada kedua orang tua, maka kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Karena, orang tua adalah surga dan neraka bagi anak. Barangsiapa yang berbakti kepada orang tuanya atas nama Allah SWT, maka surga penuh dengan nikmat maknanya. Akan tetapi jika siapa pun durhaka kepada kedua orang tua, maka baginya siksa neraka yang berat dan teramat pedih.

Berbakti kepada kedua orang tua juga tidak terbatas waktu, baik keduanya masih hidup ataupun telah dipanggil oleh Allah SWT. Banyak riwayat menyebutkan, berbakti kepada orang tua saat keduanya telah tiada jauh lebih berat di banding tatkala keduanya masih hidup. Tatkala orang tua sudah meninggal dunia, hendaknya seorang anak senantiasa mendoakan, bergaul dengan kerabat-kerabat dekat orang tua, senantiasa beramal shalih dan lain sebagainya.


Selain itu, ada juga larangan yang tidak boleh dilanggar oleh seorang anak jika orang tuanya sudah meninggal dunia. Sebab, jika larangan ini dilanggar, selain dosa yang didapat, orang tuanya pun akan mengalami kesedihan mendalam di alam kubur.

Adalah Rawahah bin ‘Abdullah yang menuturkan sebagaimana dikutip oleh Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi dalam al-Wa’dul Haq, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”

Kemudian ketika Rawahah bin ‘Abdullah absen dari kebaikan dan justru melakukan tindakan yang tidak bernilai pahala, ia kembali melihat ayahnya di dalam mimpi dengan kondisi yang berbeda.

“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”

Apakah ada diantara kalian, dimana orang tuanya ada yang telah berpulang ke sisi Allah SWT? Jika iya, ada baiknya untuk mulai sekarang memperbaiki perilaku dan ketaatan kita dalam beribadah. Bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang tua kita nantinya. Sehingga jangan sampai merek sedih dengan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh anak mereka yang teramat dicintai. Jika belum, ayo segera temui mereka, peluk dan katakan bahwa engkau sangat mencintai mereka.

Tuesday, January 3, 2017

TOLONG STOP Jangan Manjakan Anak dengan Gadget. Kisah ini bisa Menjadi Pelajaran untuk para orang tua!

Semakin berkembangnya teknologi seperti gadget membuat setiap lapisan masyarakat menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan. Bahkan anak­anak yang tidak mengerti dengan jelas penggunaan gadget itu pun ikut kecanduan.

Seperti kisah seorang wanita yang anaknya telah mengenal gadget dan tak mampu menjauhkan diri dari teknologi tersebut di usianya yang masih sangat kecil. Penyesalan akan pengaruh gadget pun ia bagikan di media sosial sebagai pelajaran bagi para wanita lain yang telah memiliki anak dan merasa tenang ketika anak hidup bersama dengan barang tersebut.

Berawal dari kebiasaan melihat sang kakak, anak keduanya yang bernama Shafraan tertarik untuk mencoba berbagai permainan yang ada di tablet, meski saat itu usianya masih 10 bulan. Kian hari, ketertarikannya kepada gadget tak dapat dihindarkan.

Seringkali sang anak tidur bersama dengan gadget di tangan. Lantaran merasa bahwa hal tersebut lumrah untuk seorang anak, wanita itu pun membiarkannya dan bahkan memfasilitasinya. Dalam benak wanita tersebut, gadget menjadi semacam solusi jitu untuk menangani anak laki­lakinya yang terkadang marah atau menangis.


Dan memang terbukti ketika menangis lalu diberi gadget, shafraan langsung mendadak terdiam dan asyik bermain game. Dampak dari penggunaan gadget tersebut mulai terlihat ketika Shafraan memasuki umur 2 tahun dimana ia enggan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Tak hanya ketika berada dengan teman seumurannya, namun juga ketika bermain sendiri dengan mainan yang nyata. Suatu hari bahkan Shafraan hanya terdiam sambil memegang mobil­mobilannya. Ia seakan kebingungan untuk menggunakan mainan nyata tersebut karena setiap harinya ia hanya menggunakan ibu jari untuk menggerakkan game yang ada di tablet atau gadget.

Tak hanya itu, Shafraan juga kekurangan dalam kosakata dimana anak seumurannya sudah mampu mengucapkan berbagai hal dengan variatif. Tentu saja hal ini membuat was­was wanita yang merupakan ibu dari Shafraan tersebut. ia pun kemudian mendatangi seorang dokter anak untuk melakukan konsultasi dan mengetahui apakah ada alergi atau hal lain yang membuat sang anak sulit untuk berkomunikasi.

Ternyata setelah ditelisik, hasilnya menunjukkan bahwa Shafraan kurang melakukan interaksi dengan orangtua ataupun anggota keluarga lainnya sehingga kosakata yang dimiliki sangatlah sedikit. Ia pun merasa menyesal dan berniat untuk membatasi penggunaan gadget untuk anaknya tersebut.

Bukan tanpa hambatan, wanita itu justru mengalami berbagai perlakuan sang anak yang mengamuk, menangis, dan melemparkan setiap barang ke arahnya demi bisa mendapatkan gadgetnya kembali. Shafraan pun sangat rewel dan enggan untuk makan. Akhirnya sang ibu kewalahan menghadapi perilaku Shafraan selama 3 hari dan mengembalikan gadgetnya.

Benar saja, anaknya pun kembali tenang dan asyik sendiri dengan permainan di tabletnya. Beberapa hari kemudian, sang ibu lantas membawa anaknya melakukan imunisasi ke sebuah rumah sakit dan sekaligus meminta dokter memeriksa aspek motorik anaknya.

Ternyata Shafraan masih dianggap normal, hanya saja ia mengidap keterlambatan bicara atau Speech Delay. Bahkan keterlambatannya tersebut berjeda cukup jauh yakni 1 tahun dibandingkan dengan teman­teman sebayanya. Dokter pun menganjurkan agar Shafraan mengikuti terapi untuk menstimulasi pembendaharaan kosakatanya.

Kini wanita itu semakin tersadar bahwa pemberian gadget dengan maksud untuk memenangkan sang anak hanya akan menjadi tumpukan masalah di kemudian hari. Ia pun merasa bersalah karena tidak ingin capek ataupun repot mengurus anaknya dan menyerahkan segala pendidikan serta kehidupan anaknya kepada sebuah gadget.

Sumber: kabarmakkah.com

Monday, January 2, 2017

Walaupun Tak Pernah Diungkapkan, Sungguh Inilah 4 Hal Yang Sebenarnya Diinginkan Ibu Dari Anaknya! Sudahkah Kamu melakukannya??

Pernahkah kamu tahu apa yang sebenarnya diinginkan ibumu darimu? Karena terkadang ia tidak mengatakannya langsung padamu. Mereka tentu ingin yang terbaik untukmu, meski terkadang berlaku agak memaksa. Hingga kamu dewasa, kamu mungkin masih belum tahu bahwa sebenarnya inilah yang ibu inginkan darimu sebagai anaknya.

Habiskan waktu dengannya

Kebanyakan ibu hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan anaknya. Jika kamu sudah tidak tinggal bersamanya dan kamu mengunjunginya, ada kalanya ibu tidak mau jika kamu terus melihat layar hape atau gadget. Ia ingin sekali ngobrol denganmu.

Teleponlah kapan pun

Pernahkah kamu rindu dengan ayah atau ibumu? Percaya atau tidak, dibandingkan anak, orangtua cenderung lebih sering merasa rindu duluan. Jika kamu jarang pulang berkunjung, paling tidak telepon lah, kapan pun. Percaya deh, salah satu kalimat yang akan keluar dari mulut ibu saat kamu telepon adalah "Ibu kangen sama kamu."


Ceritakan bangganya dirimu punya ibu sepertiku

Ingat bagaimana kamu sangat rindu masakan ibu ketika kamu sedang di perantauan? Ceritakan ini pada ibumu. Yakin, dalam hatinya, ibumu akan sangat terharu. Berarti ia berarti untukmu, begitu berartinya hingga kamu kesulitan hidup tanpanya. Kamu membangun memori bersamanya sekian lama, dan sebuah cerita di mana kamu bangga punya ibu seperti dia pasti akan membuatnya bahagia. Lebih dari apa pun.

Bahagialah

Setiap orangtua punya satu keinginan yang sama untuk setiap anaknya, jadilah orang yang bahagia. Hiduplah dengan bahagia, karena itu akan mendamaikan hati orangtua, terutama ibu. Orangtua mana yang tega melihat anaknya kesusahan? Satu hal yang ibumu inginkan lebih dari apa pun, bukan hadiah mahal atau rumah baru, melainkan merasa lah bahagia dengan hidupmu.

Jadi, sudahkah kamu memikirkan empat hal di atas? Sudahkah kamu membahagiakan ibumu?

WOW!! Suami Ini Ogah Bicara ke Istri Selama 20 Tahun: Begini Alasan dan Akhir dari Drama Tersebut

Semua pasangan suami istri pasti pernah mengalami masalah dalam mengarungi biduk rumah tangga.
Perdebatan dan pertengkaran tak jarang menghiasi kehidupan berkeluarga, tetapi seringkali berbagai masalah itu bisa diselesaikan dan kehidupan kembali normal.

Namun, seorang pria asal kota Nara, Jepang yang "ngambek" bersikukuh tak berbicara sepatah kata pun dengan istrinya. Gilanya, aksi diam ini berlangsung selama 20 tahun bahkan hingga pasangan ini memiliki tiga orang anak.

Pria yang hanya disebut bernama Otou itu, meski tak berbicara dengan istrinya, tetap hidup bersama.
Dengan ketiga anaknya, Otou tetap bersikap biasa, tetapi terus bungkam selama dua dekade jika berhadapan dengan istrinya, Katayama Yumi.

Sebagai istri, Yumi tetap bersikap dan menyapa seperti biasa kepada suaminya. Namun, Otou hanya membalas dengan anggukan, gelengan kepala, atau gerutuan tak jelas.


Agaknya kondisi ini membuat putra mereka Yoshiki (18) tak tahan dan kemudian menghubungi sebuah stasiun televisi dengan harapan hubungan kedua orangtuanya itu bisa membaik.

Dalam suratnya kepada stasiun televisi itu, Yoshiki mengatakan, sepanjang hidupnya dia tak pernah melihat ayahnya berbicara kepada ibunya.

"Ayah saya tak berbicara kepada ibu, tetapi ibu berbicara normal kepadanya," ujar Yoshiki saat diwawancara televisi.

"Itu merupakan komunikasi satu arah," tambah dia.
Yoshiki, dan kedua kakak perempuannya yang berusia 21 dan 25 tahun juga tak bisa mengingat kapan terakhir kali orangtua mereka saling berbicara.

Saat diwawancara televisi, Otou, sang ayah, akhirnya membeberkan alasannya tak berbicara kepada istrinya selama 20 tahun. Otou mengatakan, dia merasa istrinya jauh lebih memerhatikan anak-anak mereka ketimbang dirinya.
"Saat anak-anak lahir, istri saya menjadi sangat sibuk mengurus anak-anak. Ini semacam rasa cemburu dan saya marah," ujar Otou.

"Saya kira sudah tak ada cara untuk memperbaiki masalah ini," tambah dia.
Stasiun televisi itu kemudian mencoba memperbaiki suasan dengan merancang pertemuan Otou dan istrinya di taman tempat pertama kali mereka bertemu.

Saat keduanya bertemu, Otou terlihat sulit untuk memulai pembicaraan kepada istrinya saat mereka duduk berdua di sebuah bangku di sebuah taman.

Setelah beberapa saat yang hening, Otou kemudian memulai pembicaraan.
"Sudah cukup lama kita tak berbicara. Kau sangat memerhatikan anak-anak," kata Otou, sementara ketiga anaknya yang menyaksikan dari kejauhan mulai menangis haru.

"Yumi, hingga sekarang, kau sudah mengalami banyak kesulitan. Saya ingin kau tahu bahwa saya sangat berterima kasih atas segalanya," tambah Otou.

Akhirnya pasangan suami istri ini berjanji mereka akan memperbaiki hubungan dan masa depan mereka tak akan lagi diwarnai kesunyian.